Saturday, June 14, 2008

LITURGI PENGHARAPAN AGUNG


LITURGI PENGHARAPAN AGUNG

IBU CHRISTINE (SHIA GIOK TIEN)


“MENERIMA BAGIAN YANG TERSIMPAN DI SURGA”


1 Petrus 1:3-5


Pelayan Firman: Pdt. Kristianus Karsu

Liturgos: Pdm. Setyowati


Rumah Persemayaman Dharma dan Krematorium Dersalam

Jumat, 13 Juni 2008


Liturgi Kejayaan Kuasa Allah

(di Rumah Persemayaman Dharma)


1. UNDANGAN BERIBADAH

P : Kita berkumpul di sini untuk melepas Saudari kita yang terkasih, Ibu Christine. Marilah kita tidak berdukacita seperti orang yang tidak berpengharapan, tetapi kita mengingat firman Tuhan,

Maut telah ditelan dalam kemenangan,

Hai maut, di manakah kemenanganmu,

Hai maut, di manakah sengatmu?

Sesungguhnya, sengat maut adalah dosa.

J : Syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kkita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.

P : Tuhanlah Penguasa Kehidupan dan Kematian. Marilah kita bersyukur kepada-Nya karena almarhumah Ibu Christine telah diundang masuk ke dalam persekutuan kerajaan yang kekal.

J : Inilah pengharapan kita, bahwa kita pun akan dipermuliakan untuk menikmati persekutuan dengan Dia selama-lamanya.

DOKSOLOGI: MULIA BAGI BAPA (GLORIA PATRI)

P : Damai Allah bagi Saudara.

J : Dan bagi Saudara juga!

(Jemaat duduk)


2. PEZIARAHAN HIDUP (ENGKAU MILIKKU ABADI)

(1)

Engkau milikku abadi, segalanya bagiku,

Di sepanjang ziarahku, inginku bersama-Mu

‘Ku dekat pada-Mu, ‘ku dekat pada-Mu,

Di sepanjang ziarahku, inginku bersama-Mu.


(2)

Bukan nikmat duniawi yang menjadi doaku;

‘Ku senang bersusah payah, asal ‘Kau bersamaku,

‘Ku dekat pada-Mu, ‘ku dekat pada-Mu,

‘Ku senang bersusah payah, asal ‘Kau bersamaku.


(3)

Pimpin daku melewati lembah bayang maut sendu;

Maka pintu hidup baka kumasuki serta-Mu.

‘Ku dekat pada-Mu, ‘ku dekat pada-Mu,

Maka pintu hidup baka kumasuki serta-Mu.


3. MAZMUR PUJIAN (MAZMUR 148:1-14)

P : Haleluya! Pujilah Tuhan di surga,

J : pujilah Dia di tempat tinggi!

P : Pujilah Dia, hai segala malaikat-Nya,

J : pujilah Dia, hai segala tentara-Nya!

P : Pujilah Dia, hai matahari dan bulan,

J : Pujilah Dia, hai segala bintang terang!

P : Pujilah Dia, hai langit yang mengatasi segala langit

J : hai air yang di atas langit!

P : Baiklah semuanya memuji nama Tuhan,

J : sebab Dia memberi perintah, maka semuanya tercipta.

P : Dia mendirikan semuanya untuk seterusnya dan selamanya,

J : dan memberi ketetapan yang tidak dapat dilanggar.

P : Pujilah Tuhan di bumi!

J : hai ular-ular naga dan segenap samudera raya;

P : hai api dan hujan es, salju dan kabut,

J : angin badai yang melakukan firman-Nya;

P : hai gunung-gunung dan segala bukit

J : pohon buah-buahan dan segala pohon aras:

P : hai binatang-binatang liar dan segala hewan,

J : binatang melata dan burung-burung yang bersayap;

P : hai raja-raja di bumi dan segala bangsa,

J : pembesar-pembesar dan semua pemerintah dunia;

P : hai teruna dan anak-anak dara,

J : hai orang tua dan orang muda!

P : Biarlah semuanya memuji-muji Tuhan

J : sebab hanya nama-Nya saja yang tinggi luhur, keagungan-Nya mengatasi bumi dan langit.

P : Ia telah meninggikan tanduk umat-Nya.

J : menjadi puji-pujian bagi semua orang yang dikasihi-Nya,

P : bagi orang Israel, umat yang dekat pada-Nya.

J : Haleluya!

P : Demikianlah firman Tuhan:

J : Syukur kepada Allah!


4. PENYERTAAN & PENANTIAN TUHAN (KWARTET GKMI: BILA KAU PERGI)

(1)

Bila kau pergi ke tempat yang jauh,

Yesus selalu sertamu

Kau dibimbing-Nya, kau dituntun-Nya,

s’lamat s’luruh langkah hidupmu.

Biar curam g’lap jalan kau tempuh,

Hatimu sedih mengeluh,

Takkan kau penat, takkan kau sesat

Kar’na Yesus menyertaimu.


(2)

Bila kau lelah bila kau lesu,

Yesus selalu sertamu,

Kau dikuatkan, kau dihibur-Nya

S’lamat s’luruh langkah hidupmu.

Biar jauh tempat yang ‘kan kau tuju.

Biar susah mencapainya,

kau ditunggu-Nya, Kau disambut-Nya,

berbahagia kau di sisi-Nya.

(Selanjutnya jemaat diajak bernyanyi bersama, untuk mempersiapkan hati mendengar sabda Tuhan)


5. WEDARAN SABDA


6. JANJI KETEGUHAN IMAN (TERPUJILAH ALLAH!)

(1)

Terpujilah Allah hikmat-Nya besar;

begitu kasih-Nya ‘tuk dunia cemar,

sehingga dib’rilah Putra-Nya kudus,

mengangkat manusia serta menebus.


Pujilah, pujilah! Buatlah dunia

bergemar, bergemar mendengar suara-Nya

Dapatkanlah Allah demi Putra-Nya,

b’ri puji pada-Nya sebab hikmat-Nya.


(2)

Dan darah Anak-Nyalah yang menebus

Mereka yang yakin ‘kan janji kudus;

Dosanya betapa pun juga keji,

Dihapus oleh-Nya, dibasuh bersih.


(3)

Tiada terukur besar hikmat-Nya;

Penuhlah hatiku sebab Anak-Nya.

Dan amatlah k’lak hati kita senang,

Melihat Sang Kristus di surga cer’lang.


7. DOA KOMITMEN

(jemaat berdiri)

Tuhan Yesus, Engkau yang telah menderita sengsara sampai mati di kayu salib, Engkau yang mengalahkan kuasa maut dengan bilur-bilur-Mu, Engkau yang bangkit dengan berjaya dari kubur, Engkau yang naik ke surga, Engkau yang telah duduk di kanan Bapa, terimalah kekasih kami, Ibu Christine dalam persekutuan-Mu di surga.

Anugerahilah kiranya, agar kekasih kami dapat turut serta, bersama para kerubim dan serafim, menaikkan madah baru serta memuji-muji nama-Mu. Di tempat itu, di mana tiada lagi air mata, tiada kematian, tiada dukacita, tiada ratap-tangis, tiada kematian, tiada kesedihan, tiada jeritan, tiada kenyerian-kesakitan; anugerahkanlah sukacita kepada kekasih kami, karena kini ia mengenakan tubuh baru dan kehidupan baru.

Dan di tempat itulah, di mana tiada lagi malam gelap, berikanlah kepada Ibu Christine terang dari sinar wajah-Mu. Atas nama Bapa, dan Putra dan Roh Kudus.

J : AMIN.


8. LITANI DOA

P : Engkau telah menerima kekasih kami, dan menerimanya

beristirahat dalam damai besertamu.

J : Ya Tuhan, sekarang kami pun berdoa untuk yang ditinggalkan

di bumi.

P : Berikanlah kami penghiburan dan dan pengharapan.

J : sehingga kami dapat menyongsong ketika harinya pun tiba

bagi kami.

P : Ajar kami untuk menaruh iman dalam diri kami, bahwa kelak waktunya akan tiba bagi kami untuk dipersatukan dengan kekasih kami, bahkan seluruh orang kudus-Mu; dan dipersatukan dengan Engkau, untuk selama-lamanya.

Ajarkan kami untuk sabar menanti, dalam pengharapan dan doa, sesuai yang pernah diajarkan oleh Kristus kepada kami:


J : Bapa kami yang di surga, dikuduskanlah nama-Mu,

datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu,

di bumi seperti di surga.

Berikanlah pada hari ini makanan kami yang secukupnya,

dan ampunilah kami akan kesalahan kami,

seperti kami juga mengampuni

orang yang bersalah kepada kami.

Dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan,

tetapi lepaskanlah kami dari yang jahat.

Karena engkaulah yang empunya Kerajaan, dan kuasa, dan kemuliaan sampai selama-lamanya. AMIN.


HALELUYA 12X

Haleluya, haleluya, haleluya, haleluya!

Haleluya, haleluya, haleluya, haleluya!

Haleluya, haleluya, haleluya, haleluya!

(Ibadah di Dharma usai di sini, selanjutnya sambutan-sambutan; kemudian jenasah diberangkatkan ke krematorium)




Liturgi Memasuki Pintu Gerbang Kemuliaan

(di krematorium)


9. SALAM

P : Tuhan beserta Saudara

J : dan menyertai Saudara juga!

P : Firman Tuhan berkata,

Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia.

Apabila kekasih kita telah memakai rupa dunia ini, yang dibalut dalam daging yang penuh dosa, maka kini ia telah mengenakan rupa surgawi yang kudus dan mulia.

J : Amin! Terpujilah Allah oleh sebab karya-Nya yang besar.


10. HARAPAN UNTUK BERHIMPUN KEMBALI (APA KITA ‘KAN BERHIMPUN)

(1)

Apa kita ‘kan berhimpun

ikut umat yang kudus

di tepi aliran sungai

dari takhta Penebus.


(2)

Nanti pada sungai indah

hilang duka dan resah

oleh Kristus Raja kita,

yang di takhta mulia.


Amin! Kita pun berhimpun bersama orang suci yang di situ,

di tepi aliran sungai hidup dari takhta Penebus.


(3)

Sebelum saatnya tiba

buang segenap beban

di tepi aliran sungai

dari takhta Penebus.


(4)

'Kan berakhir jalan kita

pada sungai mulia;

Kita nyanyi bergembira

lagu damai yang baka.


11. JANJI KEMENANGAN

P : Demikian janji Tuhan:

Barangsiapa menang, kepadanya akan Kuberikan dari manna yang tersembunyi; dan Aku akan mengaruniakan kepadanya baju putih, yang di atasnya tertulis nama baru, yang tidak diketahui oleh siapa pun, selain oleh yang menerimanya.

Jiwa kekasih kita, Ibu Christine, telah kembali kepada Allah yang menciptakannya, maka sebagai hamba Allah dan pelayan firman-Nya, saya menyatakan (sambil menggenggam tanah):

Tanah kembali menjadi tanah

Abu kembali menjadi abu.


(Tanah ditaburkan)


Dan kelak, ketika Tuhan Yesus kembali dalam kemuliaan-Nya, kita percaya bahwa setiap orang yang mati di dalam Kristus Yesus, akan dibangkitkan dengan tubuh kemuliaan. Kristus bersabda,

“Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup, walaupun sudah mati.”

Maka sekarang (mengambil segenggam bunga)

Berbahagialah orang-orang mati, yang mati dalam Tuhan, sejak sekarang ini, supaya mereka boleh beristirahat dari jerih lelah mereka, karena segala perbuatan mereka menyertai mereka.


(Bunga ditaburkan)


Saudariku, Christine, datanglah ke takhta hadirat Allah kini, dengan tanpa takut dan gentar. Bersukacitalah, sebab Tuhan menjanjikan “makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Allah.”


12. JANJI IMAN

(jemaat berdiri)

Bersama dengan seluruh orang kudus, dan sebagaimana yang menjadi pokok keyakinan almarhumah, marilah kita mengikrarkan janji iman kita, seturut dengan Pengakuan Iman Rasuli. Hendaklah masing-masing kita berkata,


Aku percaya kepada Allah, Bapa yang Mahakuasa

Khalik langit dan bumi.

Dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang tunggal, Tuhan kita.

Yang dikandung dari Roh Kudus, lahir dari Anak Dara Maria.

Yang menderita sengsara di bawah Pontius Pilatus,

disalibkan, mati dan dikuburkan, turun ke alam maut

Pada hari yang ketiga, bangkit pula dari antara orang mati,

Naik ke surga, duduk di sebelah kanan Allah,

Bapa yang Mahakuasa.

Dan dari sana Ia akan datang kembali untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati.

Aku percaya kepada Roh Kudus,

Gereja yang kudus dan Am,

Persekutuan orang kudus,

Pengampunan dosa,

Kebangkitan orang mati,

dan hidup yang kekal. Amin.


13. TUHAN MENGHANTAR (TUHANKULAH GEMBALAKU)

(1)

Tuhankulah Gembalaku

oleh-Nya ‘ku tent’ram.

di padang hijau yang segar

di pinggir air tenang.


(2)

Jiwaku disegarkan-Nya

dan kar'na nama-Nya

ditunjukkan-Nya jalanku

yang lurus dan baka.


(3)

Tak usah takut hatiku

di jurang maut gelap;

Engkau sertaku, tongkat-Mu

menghiburku tetap.


(4)

Engkau beri hidangan-Mu

di muka lawanku;

Engkau urapi diriku,

dan cawanku penuh!


(5)

Kebajikan-Mu Kauberi

seumur hidupku;

kelak ‘ku tinggal s’lamanya

di rumah Allahku.


14. DOA SYAFAAT


15. PENGUTUSAN DAN BERKAT

P : Angkatlah hatimu kepada Allah.

J : Kami mengangkat hati kami kepada Tuhan!

P : Pergilah kini dalam damai. Sebab Kristus Yesus berjanji,

Barangsiapa menang, ia akan dikenakan pakaian putih; Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan, melainkan Aku akan mengaku namanya di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan para malaikat-Nya.


J : Amin, kami mau pergi dalam damai Tuhan!

(Pdt. mengangkat kedua tangan tanda pemberian berkat)

P : Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita. Ia yang memanggil kamu adalah setia, Ia juga akan menggenapinya. Kasih karunia Yesus Kristus, Tuhan kita, menyertai kamu!

J : Sekarang dan selama-lamanya. AMIN.


DOKSOLOGI (KEPADA ALLAH BRI PUJI)


LITURGI KEMENANGAN IMAN


LITURGI KEMENANGAN IMAN


IBU CHRISTINE (SHIA GIOK TIEN)


“KUKENAL DIA YANG MENYELAMATKANKU”

YOHANES 17:3


Rumah Persemayaman Dharma, Kudus

Kamis, 12 Juni 2008


1. UNDANGAN BERIBADAH

P : Sdr.-sdr.-ku, pandanglah wajah Yesus Kristus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan.

J : Dimuliakanlah Kristus, Raja kami, yang telah menang!

P : Ingatlah selalu akan Dia, supaya jangan sampai kamu menjadi lemah dan putus asa. Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi,

J : dan damai sejahtera di bumi, bagi orang-orang yang berkenan kepada-Nya.

DOKSOLOGI: MULIA BAGI BAPA (GLORIA PATRI)

P : Kiranya Tuhan beserta Saudara.

J : Dan beserta Saudara juga!


2. AKU DIMERDEKAKAN (DIA JAMAH)

(1)

Terikat oleh dosa b’rat

Tertindih rasa malu,

Tangan Yesus menjamahku,

S’karang ‘ku jadi baru.


(2)

Bertemu Jurus'lamatku

sejak Dia sucikanku

Ku tak mau henti puji Dia

Sampai akhir hidupku.


Dia jamah, o Dia jamah

Dan b’ri damai di hatiku

Semua t’lah berubah dan aku tahu

Dia jamah, ku jadi baru.


3. DEDIKASI IBADAH


4. AKU WARIS SURGA (KU BERBAHAGIA)

(1)

‘Ku berbahagia yakin teguh,

Yesus abadi, kepunyaanku!

Aku waris-Nya, ‘ku ditebus,

Ciptaan baru, Roh’ul Kudus.


(2)

Pasrah sempurna, nikmat penuh

Suka surgawi melimpahiku

Lagu malaikat amat merdu

Kasih dan rahmat besertaku.


Aku bernyanyi bahagia, memuji Yesus selamanya (2x)


(3)

Aku serahkan diri penuh; dalam Tuhanku hatiku teduh,

Sambil menyongsong kembali-Nya, ‘ku diliputi anugerah.


5. MAZMUR KEMENANGAN IMAN (MAZMUR 130:1-8)

P : Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan!

J : Tuhan, dengarkanlah suaraku!

P : Biarlah telinga-Mu menaruh perhatian

J : kepada suara permohonanku.

P : Jika Engkau, ya Tuhan, mengingat-ingat kesalahan-kesalahan,

J : Tuhan, siapakah yang dapat tahan?

P : Tetapi pada-Mu ada pengampunan,

J : Supaya Engkau ditakuti orang.

P : Aku menanti-nantikan Tuhan, jiwaku menanti-nanti

J : dan aku mengharapkan firman-Nya.

P : Jiwaku mengharapkan Tuhan,

J : lebih daripada pengawal mengharapkan pagi,

lebih daripada pengawal mengharapkan pagi,

P : Berharaplah kepada Tuhan, hai Israel!

J : Sebab pada Tuhan ada kasih setia, dan Ia banyak kali

mengadakan pembebasan

P : Dialah yang akan membebaskan Israel

J : Dari segala kesalahannya.

P : Demikianlah firman Tuhan:

J : Syukur kepada Allah!


6. AKU DIBERI DAMAI (KENDATI HIDUPKU TENT’RAM)


(1)

Kendati hidupku

tent’ram dan senang,

dan walau derita penuh

Engkau mengajarku

bersaksi tegas:

S’lamatlah, s’lamatlah jiwaku.


S’lamatlah jiwaku,

S’lamatlah, s’lamatlah jiwaku.


(2)

Kendati pun susah

terus menekan

dan Iblis geram menyerbu,

Tuhanku menilik

anak-Nya tetap;

S'lamatlah, s'lamatlah jiwaku.


(3)

Ya Tuhan, singkapkan embun yang gelap,

dapatkan seg’ra umat-Mu,

Pabila serunai berbunyi gegap,

kuseru: s’lamatlah jiwaku!


7. AKU TERLINDUNG (TIAP HARI, TIAP JAM)

(1)

Kekuatan serta penghiburan

diberikan Tuhan padaku,

Tiap hari aku dibimbing-Nya,

Tiap jam dihibur hatiku.

Dan sesuai dengan hikmat Tuhan

Ku dib’rikan apa yang perlu

Suka dan derita bergantian,

Memperkuat imanku.


(2)

Tiap hari Tuhan besertaku

Diberi rahmat-Nya tiap jam.

Diangkat-Nya bila aku jatuh,

Dihalau-Nya musuhku kejam.

Yang nama-Nya Raja Mahakuasa

Bapa yang kekal dan abadi,

Mengimbangi duka dengan suka

Dan menghibur yang sedih.


8. PEWARTAAN KABAR BAIK


9. WAKTU TEDUH (Solois: Seorang Mendoakanmu)


10. DOA SYUKUR ATAS ANUGERAH KESELAMATAN


11. AKU PUN MENANG! (‘KU HERAN, ALLAH MAU MEMB’RI)

(1)

‘Ku heran Al-lah mau memb’ri rahmat-Nya padaku

dan Kristus sudi menebus yang hina bagaiku!


Namun ‘ku tahu yang kupercaya, dan aku yakin ‘kan kuasa-Nya,

Ia menjaga yang kutaruhkan Hingga hari-Nya kelak!


(2)

‘Ku heran oleh rahmat-Nya hatiku beriman

dan oleh kuasa Sabda-Nya jiwaku pun tent’ram.


(3)

Seluruh jalan hidupku tetap rahasia

seb’lum ‘ku jumpa ajalku dan nampak wajah-Nya.


(4)

Ku tidak tahu ha-rinya k’lak kembali Tuhanku.

‘ku sudah mati ataukah ‘ku langsung bertemu.


12. BERKAT RASULI

P : Angkatlah hatimu kepada Allah!

J : Kami mengangkat hati kami kepada Tuhan!

P : Pulanglah dalam damai, dan ingatlah pesan firman Tuhan:

Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.

J : Amin! Kiranya Tuhan menolong kami, dan membuat kami

menjadi saksi-Nya.

P : Bagi Dia, yang berkuasa menjaga supaya jangan kamu tersandung dan membawa kamu dengan tak bernoda dan penuh kegembiraan di hadapan kemuliaan-Nya, Allah yang esa, Juruselamat kita oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, bagi Dia adalah kemuliaan, kebesaran, kekuatan dan kuasa sebelum segala abad dan sekarang dan sampai selama-lamanya. Amin.


DOKSOLOGI: KEPADA ALLAH B’RI PUJI

Tuesday, June 10, 2008

BERBAHAGIALAH ORANG-ORANG YANG LAPAR DAN HAUS AKAN KEBENARAN


BERBAHAGIALAH ORANG-ORANG YANG LAPAR DAN HAUS AKAN KEBENARAN


Seperti yang Tuhan Ingini

Setiap orang harus mengejar apa yang menjadi perkenanan Allah Bapa di surga. Inilah yang disebut kebaikan-keadilan (righteousness). Yang Kristus maksudkan bukan hanya, bahwa kita memberi kepada orang haknya masing-masing: tidak menipu orang lain, atau merugikan sesama kita dengan harta benda yang fana. Sebab, memperkenankan hati Bapa berarti sama dengan menaruh pikiran Kristus dalam pikiran kita. Dan pikiran Kristus jauh lebih tinggi. Ia selalu hidup dalam kekekalan, serta adi-kodrati.

Lapar dan haus akan kebenaran berarti: Dengan penuh semangat merindukan, bahkan mengejar kesempurnaan kehidupan Kristiani. Sekali lagi, berada sedemikian rupa sehingga kita dapat mengenali apa yang dikehendaki-Nya. Nilai-nilai keutamaan luhur, baik hati, sempurna—baik sebagai manusia, maupun sebagai insan Kristiani. Tuntutan dalam pernyataan ini adalah, agar kita terus-menerus memikirkan daya upaya dan cara, serta dengan tak henti-hentinya mempedulikan diri sendiri serta mengarahkan segala tenaga-daya untuk melaksanakan kehendak Tuhan yang kudus dengan sebaik-baiknya.

Dalam kehendak yang kudus inilah terletak kesempurnaan kita. Siapa yang lapar dan haus akan itu, maka seluruh kodratnya penuh dengan kerinduan, supaya kehendak kudus itu boleh terlaksana dalam segala hal: olehnya, melaluinya, dan di dalamnya. Sebagaimana lapar dan haus itu mempengaruhi seluruh tubuh dan menyebabkan orang mengejar pemuasan, demikianlah lapar dan haus akan kebaikan akan menyebabkan manusia dengan sekuat daya mengejar isi surga.


“Lapar dan Haus”

Mereka yang termulia, yang terbaik, orang-orang Kristen yang tersuci pun pernah mengalami lapar dan haus semacam ini. Mereka telah memohonkannya kepada Tuhan, sebab mereka mengenal bahwa lapar dan haus itu pun merupakan sebuah rahmat. Dan barulah mereka menjadi puas hati, jika segenap kodratnya dipenuhi dengan hal itu. Memang sakit rasanya menderita lapar dan haus semacam ini, tetapi di samping itu ada pula kebahagiaan. Ketidakpuasan dengan diri sendiri, serta kerinduan akan Tuhan inilah yang mendorong kita untuk mempergunakan daya upaya untuk menghampiri-Nya: Cinta kasih akan kemiskinan, penghinaan serta penderitaan menurut teladan Kristus. Menyerupai Dia, dipimpin oleh Roh-Nya, sedemikian rupa hingga akhirnya kita dapat berkata, “Bukan aku yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku.”

Bukankah lapar dan haus akan keadilan dan kebaikan itulah yang menyebabkan kita mencari wajah Tuhan dalam hidup kontemplasi? Seperti orang-orang miskin, yang minta roti pada pintu rumah mengharapkan sedekah, kita pun pernah berdiri di ambang pintu rahmat untuk meminta roti hidup dari Tuhan. Kita merasa lapar untuk roti yang memuaskan jiwa kita. Kita lapar untuk dibimbing dan diajar Tuhan. Kita mendambakan rahmat dan cinta kasih Tuhan. Seperti rusa, jiwa kita pun haus akan sumber air hidup rohani. Kita ingin membebaskan jiwa kita, supaya dapat terbang tinggi dan berkembang dalam cinta kasih.


“Berbahagialah . . . , sebab mereka akan dipuaskan”

Sebagian kebahagiaan itu akan terjadi di atas bumi. Rahmat Allah menghasilkan keseimbangan yang murni antara roh dan badan; sebagaimana keadaannya dalam manusia sebelum terjadinya dosa. Secara sempurna tak dapat kita mencapai keseimbangan ini; akan tetapi yang pasti, ialah bahwa orang-orang yang paling kudus pun merupakan orang-orang yang paling berbahagia oleh sebab ketentraman batin yang mereka miliki. Maka selama hidup sekarang ini, mereka pun sudah puas sekali. Kepuasan yang juga kelak akan mewujud dengan sempurna di keabadian.

Dalam hidup ini, ada kalanya Tuhan berkenan menganugerahi umat-Nya yang setia, kepuasan sejenak dalam nikmat manis rahmat-Nya yang menghiburkan. Bukan saja dalam daya-upaya yang kita butuhkan, tetapi juga dalam penerangan jiwa. Kita merindukan mengenal Tuhan lebih dalam, tentang Kristus, serta kebahagiaan di dalam pengenalan itu.

Jiwa kita akan mengalami, menikmati Tuhan, dan kita akan dipuaskan! Namun sejenak kemudian, jiwa kita akan mengalami lapar dan haus akan hal ini kembali. Bahkan akan semakin lapar dan haus. Namun meski merasa lapar dan haus yang sangat mendalam, jiwa kita akan meluap dengan kebahagiaan yang besar, dan diliputi oleh ketentraman dan kedamaian. Jiwa kita mempunyai kepastian, bahwa Tuhan sendiri akan melenyapkan darinya segala sesuatu yang tidak murni, yang tidak surgawi. Ia akan memberikan kepada jiwa kita segala yang kita perlukan untuk hidup saleh, dan akan membentuk kita seperti yang Ia sendiri kehendaki. Rancangan-Nya adalah yang terbaik bagi hidup kita, sekarang dan yang akan datang.

Percikan Permenungan: Berbahagialah orang-orang yang lapar dan haus akan kebenaran.”

Doa:Ya Tuhan yang mahabaik, berilah aku lapar dan dahaga akan Dikau. Tariklah aku dari terikatnya diriku akan dunie serta kesementaraan ini dan berilah aku kerinduan akan Dikau. Buatlah supaya aku selalu dengan penuh semangat mengejar cinta-kasih-Mu serta kesukaan-Mu. Amin”