Thursday, August 7, 2008

THEOTOKOS DARI BOGOROD (2)



Membaca Ikon Bogorodskaya



Berbicara mengenai spiritualitas sesungguhnya berbicara mengenai keberanian untuk hidup. Ada banyak orang berani mati, tetapi takut hidup. Karena itu mereka memilih untuk bunuh diri, ketimbang menanggung tanggung jawab atas segala yang telah dilakukannya.



Maria



Ikon ini pun tetap menampilkan keanggunan dan keindahannya yang tak terperi! Maria dan Kristus kecil yang ada di pangkuannya. Maria yang dilukis lebih besar dari Kristus, sedang menatang Kristus dengan tangan kanannya. Kepalanya terarah kepada Kristus, dan menunduk. Nampak jelas, Maria memberi penghormatan kepada Kristus. Sang Bunda Allah tidak pernah meminta seorang pun untuk menyembah dan memuliakannya. Pujian dan penyembahan hanya layak ditujukan bagi Kristus sang Putra!



Waktu kita memandang wajah Maria, yang sorot matanya tertuju kepada Kristus, nampak jelas bahwa ia sedang memikirkan sesuatu! Garis-garis matanya mempertegas beban-beban yang coba disembunyikan oleh Maria. Ia nampak cemas. Mulutnya terkatup rapat, dan raut mukanya sendu. Apakah yang sedang dipikirkan oleh Maria? Maria tahu benar bahwa yang ada di tangan-Nya adalah Putra Allah, dan Dialah yang akan menjadi pokok keselamatan bagi umat Allah. Pribadi yang ada di tangannya akan mewujudkan rencana agung keselamatan Allah!



Hal ini dipertegas dengan pakaian luar Maria yang berwarna ungu, lambang kesedihan dan dukacita yang mendalam. Sebagai Bunda Allah, ia menyimpan segala rahasia yang pelan-pelan disingkapkan di hadapannya, bahwa dengan berselangnya waktu, maka Sang Putra itu akan semakin terpisah dari pelukannya. Sampai akhirnya ia disalibkan dan Maria hanya dapat memandang dari bawah salib. Namun ia menerima kembali tubuh Kristus ke dalam pelukannya, yaitu tatkala Kristus diturunkan dari salib untuk dikuburkan (Pieta)! Namun yang kini di dalam pelukan tangan-Nya bukan lagi Yesus anak Maria dan Daud, tetapi sungguh-sungguh Putra Allah, Pokok keselamatan segenap semesta. Itulah sebabnya, di ruang ibadah Komisi Remaja, saya letakkan ikon Theotokos Bogorod berhadap-hadapan dengan ikon penyaliban dan Pieta.



Gerakan tangan kiri Maria tak kurang menggetarkan hati para “pembacanya.” Ia sedang menunjuk kepada Kristus, namun nyaris telapak tangan kiri itu dekat sekali dengan jantungnya. Maria yang berdiam seribu bahasa itu, nampaknya ingin mengomunikasikan sesuatu kepada kita. Nampak ia ingin berbicara, “Inilah Tuhan dan Juruselamatmu!” Ia menunjuk kepada Yesus. Dan segala peristiwa yang menimpa Kristus kelak, akan Maria simpan di dalam hatinya dan merenungkannya (Luk. 2:19, 51).



Kristus



Sedangkan Kristus yang berada di tangan kirinya, bukanlah Kristus yang bayi yang tak berdaya. Ia nampak “lebih dewasa.” Ia duduk tegak, menunjukkan otoritas dan keteguhan hati-Nya untuk melaksanakan segenap panggilan hidup-Nya sampai akhir. Ia nampak lebih “cerdas.” Pakaiannya yang berwana emas mengingatkan kita akan kemuliaan yang Ia telah miliki sejak kekekalan, dan walaupun telah berinkarnasi, namun kemuliaan itu tak pernah pudar dalam diri-Nya.



Mata-Nya memandang ke atas. Sekilas, Ia sedang memandangi Sang Bunda. Namun bila kita perhatikan baik-baik, Kristus menerawang lebih jauh daripada sekadar melihat wajah Maria. Sejak kecil, Ia sudah tahu bahwa Ia bukan anak Maria. Ia datang ke dalam dunia untuk menjalankan sebuah misi besar! Misi itu dimandatkan oleh Dia yang lebih tinggi dari segala sesuatu, dan yang menjadikan segala sesuatu. Dialah Sang Bapa di surga! Kristus datang untuk menggenapkan rencana agung dari Sang Bapa!



Kristus “memandang” Maria dengan wajah yang tenang, nyaris tersenyum. Karena Ia berada dalam rancangan kehendak Bapa, Kristus tampil dengan tenang. Tangan kanan-Nya terangkat dan memberkati Maria. Ya, Yesus Putra Maria memberkati Maria! Berarti memang benar, Dia bukan berposisi sama atau di bawah Maria. Ia jauh lebih tinggi dari Maria.



Berkat itulah yang Ia mau tujukan kepada Maria yang tengah gundah gulana dan berbeban berat. Kristus juga memberikan berkat kepada siapa pun yang sedang bergumul dan berjuang dalam kerasnya kehidupan dan ketidakpastian akan hari esok. Kristus memberikan damai di tengah kepenatan hidup. Sama seperti janji-Nya, “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu” (Yoh. 14:27).



Tangan Yesus memegang sebuah kitab yang tertutup. Biasanya, ikon-ikon yang melukiskan Kristus memegang kitab tertutup diberi nama “Kristus Sang Pemberi Hidup.” Kitab itu dihadapkan kepada Maria. Yesus ingin berbicara kepada Maria, “Akulah pemegang kunci untuk membuka meterai yang tertutup dari Kitab Kehidupan” (bdk. Why. 5:7).



Maria dan Kristus



Ikon ini berbicara mengenai kedekatan Maria dan Yesus, sekaligus betapa jauhnya mereka berdua! Lingkaran halo di atas kepala masing-masing bersinggungan sehingga membentuk sebuah irisan, tetapi tidak bergabung dalam bagian yang besar (seperti Theotokos Vladimir ataupun Theotokos Eleusa).



Sekali lagi, meski Yesus adalah buah tubuh-Nya, tetapi yang terpuji adalah Kristus, buah tubuh-Nya itu. Maria pun membutuhkan keselamatan dari Kristus. Pelan-pelan, rahasia Kristus menjadi kian tersingkap dari mata Maria. Maria adalah sosok seorang murid yang setia, yang hadir dalam masa-masa penting dalam kehidupan Kristus. Ia belajar untuk menghayati rahasia penyingkapan Kristus. Ia patuh dalam menantikan penyataan Yesus sebagai Mesias yang agung dan ditinggikan.



Demikian pun apabila kita sejenak merenungkan hubungan orang percaya dengan Kristus! Kita mengenal Kristus sebagai Sahabat kita yang baik, tetapi janganlah pernah mendomestikasikan Kristus Yesus. Terkadang orang Kristen berubah teramat melankolis dan mereka-reka kedekatan Kristus sebagai keadaan untuk kenyamanan pribadi. Dalam kancah iman dan agama yang banyak kali diwarnai dan diadopsi dari dunia Barat, khususnya daratan Amerika Utara yang sangat individualistik, Kristus ditakar dengan kebaikan-Nya bagi-ku! Keselamatan berarti apa yang nyaman dan membuat hidupku tak kurang dari apa pun juga. Kristus bahkan dipahami sebagai seorang “pacar”!



Bukan demikian kebenaran-Nya. Kristus bukanlah Juruselamat yang privat dan dapat diklaim secara individu. Kristus adalah milik segala umat Allah. Maka, Kristus, sekalipun Ia dekat dan selama-lamanya dekat di hati kita, tetapi Ia pun merupakan Allah yang berkuasa dan perkasa hingga kesudahan zaman. Ia beririsan dengan kemanusiaan kita, tetapi Ia pun berbeda dengan kita—Ia tidak mengenal dosa!





Menuju Rahasia Terdalam



Sungguh, ikon ini bukanlah sebuah lukisan biasa, tentang dua sosok yang saling berpandang-pandangan. Ikon ini sedang mengajak kita untuk terlibat dalam sebuah dialog rohani, dan kita dibawa untuk masuk dan menyelami rahasia agung rencana Allah, yaitu keselamatan yang diwujudkan oleh Kristus. Sesungguhnya, semakin kita memahami ikon ini, kita diantar untuk memasuki sebuah pengalaman unio mystica bersama dengan Yesus Kristus, Sang Putra Allah yang hidup.



Maka sekarang, bagaimana mungkin saya berani untuk menghadapi ketidakmungkinan-ketidakmungkinan dalam kehidupan ini? Bagaimana saya menumbuhkembangkan kedewasaan rohani saya? Jawabnya sederhana, kenallah Kristus! Dengan jalan itu, kita akan terbenam ke dalam sebuah persekutuan rohani yang tak dapat terkatakan, bersama dengan Allah, rahasia-rahasia agung-Nya dan bersama dengan Sang Putra yang Agung!



TERPUJILAH ALLAH!



No comments:

Post a Comment