Tuesday, May 1, 2007

Stres dan Tubuh 4: Menghargai Tubuh


STRES DAN TUBUH 4

Apakah kaitan tubuh dengan stres? Banyak orang menganggap aneh, bahwa memperhatikan tubuh ada kait-mengaitnya dengan stres dan spiritualitas. Sesungguhnya, memanglah demikian. Komponen fisik ternyata peka pada stres. Stres melekat pada tubuh dan menyerang bagian tubuh yang paling lemah. Kita tidak dapat mengendalikan stres tanpa memelihara tubuh.

Akan tetapi, ada masalah yang lebih dalam muncul. Di masa lampau, Kekristenan Barat sering tidak menghargai tubuh. Paling-paling tubuh diterima keberadaannya sebagai sesuatu yang alami. Lebih buruk lagi, tubuh dianggap sebagai sesuatu yang jahat. Dari kedua pandangan tersebut, kita memisahkan diri rohani dari diri badani kita. Cara pandang ini menciptakan suatu ketegangan abadi di dalam diri kita, pencabikan diri kita yang sebenarnya ke dalam dua bagian. Hal ini dengan sendirinya menciptakan stres batin untuk hidup.

Sebelum kita melakukan diet, atau tidur, atau berolah raga atau bersantai, kita harus terlebih dahulu menghargai tubuh. Kita harus memandang tubuh sebagai bagian yang penting dari siapa kita dan apa yang kita lakukan. Kita harus melihat tubuh sebagai bagian yang penting dari perjalanan spiritual kita yang diberikan kepada kita oleh Sang Pencipta.

Iman Kristen sungguh-sungguh bersifat penjelmaan. Allah datang dalam wujud manusia. Arti hidup ditemukan di mana daging dan roh berjumpa. Tidak menilai tubuh secara tepat berarti merampas makna hidup dan membangunnya di dalam diri kita suatu stres abadi. Kehidupan demikian ibarat hidup dengan bak yang bocor.

No comments:

Post a Comment