Monday, May 21, 2007

Apakah Mennonite Percaya Predestinasi? 1: Pendahuluan


PENDAHULUAN

“Predestinasi” berasal dari kata “destinasi” yang mendapat prefiks “pre-.” “Destinasi” berarti tujuan, atau sasaran, sedangkan “pre-” berarti sebelum. Predestinasi dalam pengertian yang singkat berarti tujuan yang ditetapkan sebelumnya. Rasul Paulus dalam Roma 8 dan Efesus 1 mengajarkan secara eksplisit ajaran mengenai predestinasi.

Roma 8.29

“Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.”

“For those whom he foreknew he also predestined to be conformed to the image of his Son, in order that he might be the firstborn within a large family.” (NRSV)

Roma 8.30

“Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.”

And those whom he predestined he also called; and those whom he called he also justified; and those whom he justified he also glorified.” (NRSV)

Efesus 1.5

“Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya,”

“he predestined us to be adopted as his sons through Jesus Christ, in accordance with his pleasure and will--” (NIV)

Bagaimana ajaran Tuhan Yesus? Dalam Injil Yohanes, banyak ayat yang menyatakan bahwa Allah pemilihan Allah (6.37, 39, 44, 65; 10.29). Kita dapat menemukan pula indikasi yang sangat eksplisit dalam Matius 20.23,

“Cawan-Ku memang akan kamu minum, tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa Bapa-Ku telah menyediakannya.”

Dalam Alkitab Terjemahan Baru LAI, kata predestinasi tidak pernah kita jumpai. Tetapi, kita akan menemukannya dalam banyak terjemahan bahasa Inggris. Dengan sendirinya kita harus setuju bahwa predestinasi inheren dalam Alkitab. Oleh karena itu, ajaran mengenai predestinasi bukan merupakan temuan para teolog dari satu aliran kekristenan tertentu.

No comments:

Post a Comment