Thursday, April 3, 2008

HARI KEEMPAT

HARI KEEMPAT

Kejadian 1.14-19

Allah menciptakan benda-benda langit. “Yang lebih besar” untuk siang hari, dan “yang lebih kecil” untuk malam hari. Metaners, lihat nggak kamu apa maksud Allah menciptakan benda-benda langit ini? Yaitu untuk jadi penanda masa yang tetap, n’ jadi penerang bagi bumi.

Hmm, ada yang janggal? Pertama, kenapa sih kok di bagian ini nggak dipakai saja kata “matahari” (shemesh) dan “bulan” (yareah)? Tuhan punya maksud, Prenz. Di sekitar Israel, bangsa-bangsa kafir sembah-sembah matahari n’ bulan, mereka anggap benda-benda itu kekal. Tapi nggak sama sekali buat iman kita. Karena itu, jangan sampai umat Allah pikir ada dewa matahari Shamash atau dewi bulan Yarih. Yang ada adalah Yahweh, Allah yang kekal dan berpribadi!

Kedua, coba pikir secara logika biologi, yaah? Kan fotosintesis tumbuhan tuh butuh banget cahaya matahari. Lah tapi kok matahari baru diciptakan pada hari keempat? Bagaimana mungkin? Sekali lagi, kita disadarkan dengan satu hal yang penting! Sumber kehidupan tumbuh-tumbuhan bukan matahari. Matahari membantu proses pertumbuhan, tapi bukan sumber kehidupan tanaman.

Nah, akhirnya ketemu lagi deh kita dengan kebenaran ini: Allah adalah pusat kehidupan! Bahkan makhluk yang paling sederhana bergantung penuh kepada Allah. Kalau demikian, Metaners, masakan kita yang adalah makhluk paling tinggi nggak hormatin Tuhan, n’ nggak bergantung pada Dia?

Kadang-kadang kita terlalu sayang kepada benda yang Tuhan berikan kepada kita, sampai-sampai kita lupa kalau semua tuh pemberian Tuhan. Melalui pemberian-Nya, mestinya kita lebih hormat n’ sembah Tuhan, ketimbang benda-benda itu, ya nggak???

No comments:

Post a Comment