Thursday, April 3, 2008

PERJANJIAN PERBUATAN

PERJANJIAN PERBUATAN

Kejadian 2.15-17

Prenz, bagian ini sangat penting buat kita sebagai Reformed Metaners! Inilah bagian yang dinamakan “perjanjian perbuatan” (covenant of work). Artinya, perjanjian yang diikatkan oleh Tuhan kepada manusia untuk patuh dan unduk kepada Allah.

Di dalamnya ada perintah yang mengikat pihak Allah dan manusia, lalu ada larangan, berkat bila mematuhi serta kutukan bila melanggar perjanjian itu.

Larangan yang Allah berikan adalah: jangan memakan buah pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat. Pasti kita sering bingung dengan bagian ini. Itu buah seperti apa sih? Biasanya dalam drama Natal, yang dipakai gambaran adalah buah apel. Ya nggak? Nah, buah pohon itu seperti apa, kita nggak tahu sama sekali.

Tapi yang penting artinya. Mengapa Allah melarang manusia makan buah itu? Makan buah pengetahuan baik-jahat membuat si pemakan itu merasa punya hak untuk mengambil keputusan moral buat dirinya sendiri. Kenapa kok nggak boleh? Sebab Allah berkehendak, tiap kali manusia mau mutusin sesuatu, harus sesuai dengan keputusan Tuhan. Kudu nurut Tuhan, gitu dech!

Di Mazmur 19.8-9, pohon pengetahuan yang baik-jahat ini disamakan dengan Torah atawa Taurat. Maka, makan buah ini berarti sama saja menentang Taurat dari Allah.

Nah Prenz, seringkali kita sebagai remaja melanggar hukum-hukum Allah, bukan? Coba, masih begitu banyak anak remaja yang nyontek. Terus ada yang nggak jujur; izin ke ortu mau pergi gereja, eh . . . ternyata main PS terus telat ke gereja. Itu contoh melanggar hukum Tuhan. Itu namanya memberontak kepada Tuhan. Dan itu adalah dosa.

No comments:

Post a Comment